Kota Blitar, insanimedia.id – Seniman asal Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Imam Anshori (43), merubah berbagai benda harian menjadi karya seni tiga dimensi yang berkarakter unik melalui teknik sculpture. Pria ini mengolah beragam media seperti casing ponsel, korek api, bungkus rokok, tumbler, action figure, asbak, hingga helm di studio kreasinya.
Imam mengawali perjalanan artistiknya dari seni lukis grafiti sejak dua dekade lalu. “Mulai menggeluti dunia grafiti itu sejak tahun 2004. Saat itu masih belum komersial, murni hanya sebagai hobi,” jelasnya. Keterampilan visual ini kemudian mendatangkan penghasilan ketika ia mulai menerima berbagai pesanan komersial. “Jadi mulai mendapatkan bayaran itu saat mengerjakan pesanan dari garasi mobil hingga kafe. Salah satunya ada di Kecamatan Srengat,” sambungnya.
Setelah mematangkan teknik gambar dinding, perupa tersebut memperluas eksplorasi mediumnya ke pembentukan objek tiga dimensi. “Kalau untuk sculpture ini masih baru dimulai sejak satu tahun terakhir ini,” katanya. Ia mengaplikasikan keterampilan baru ini ke berbagai perabot konsumsi harian. “Ada banyak. Di antaranya casing, korek api, bungkus rokok, tumbler, action figure, asbak, hingga helm,” pungkasnya.
Lewat wadah Artoayem Tethek Mbengek Creative, Imam merancang karya sculpture secara kustom sesuai permintaan pemilik barang. “Jadi dari setiap karya yang dihasilkan itu akan memiliki identitas atau karakter yang berbeda-beda,” jelasnya. Durasi proses pengerjaan sangat bergantung pada karakteristik bahan dasar objek. Imam mengolah material resin dalam waktu dua jam, sedangkan bahan plastik memerlukan durasi pengerjaan yang lebih panjang. “Kalau pengerjaan pada plastik membutuhkan waktu sekitar empat jam,” imbuhnya.







