SURABAYA, insanimedia.id – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur untuk pertama kalinya menyelenggarakan Charity Golf Tournament di Graha Family Golf Surabaya pada Sabtu–Minggu (19–20/9/2026). Turnamen amal perdana ini berhasil menjaring 123 peserta, melampaui target awal panitia yang mematok angka 120 orang.
Acara selama dua hari tersebut dihelat sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KAHMI Jatim, sekaligus memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-60 KAHMI. Ketua Panitia Charity Golf Tournament KAHMI Jatim, Sugiharto, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen olahraga semacam ini merupakan terobosan yang baru pertama kali dilakukan setelah KAHMI Jatim berusia 30 tahun.
Partisipasi Lintas Generasi yang Melampaui Target
Tingkat partisipasi mencapai sekitar 102,5 persen dari sasaran awal. Mengingat turnamen ini merupakan edisi perdana, Sugiharto menyebut jumlah 123 peserta tersebut telah memenuhi harapan panitia dan akan menjadi acuan dasar (baseline) bagi penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.
Daya tarik turnamen ini tidak hanya menyasar pegolf profesional atau atlet, tetapi juga membuka ruang inklusif bagi peserta lintas generasi. “Alhamdulillah hampir semua kalangan ikut, bukan hanya golfer-golfer yang atlet, yang mania golfer, terus ada ladies, ada juga dari adik-adik,” jelas Sugiharto.
Keberagaman komposisi peserta ini sukses menciptakan ruang pertemuan lintas usia yang cair. Di tengah agenda Muswil yang cenderung formal, turnamen ini menghadirkan wadah untuk memperluas jejaring, memperkuat kebersamaan keluarga besar KAHMI, dan membangun kolaborasi di luar ruang sidang organisasi.
Misi Amal dan Filosofi Golf
Sesuai namanya, turnamen ini mengedepankan konsep amal (charity). Sugiharto menekankan bahwa kebaruan dan tantangan sosial menjadi alasan utama format ini dipilih. Konsep amal diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan KAHMI ke depannya, meskipun nilai dana yang terkumpul dan rincian penyalurannya belum dipublikasikan secara spesifik.
Pemilihan golf sebagai medium silaturahmi bukan tanpa alasan. Olahraga ini dinilai sangat sejalan dengan nilai-nilai fundamental yang ingin ditanamkan dalam organisasi. “Golf itu kan mengajarkan kita ketenangan, keteduhan, kesabaran, dan paling penting itu kejujuran,” papar Sugiharto. Ia menambahkan bahwa kejujuran pemain diuji karena mereka dituntut mencatat dan mempertanggungjawabkan permainannya sendiri, bahkan saat hanya didampingi seorang caddy.
Dukungan Sponsor dan Rencana Keberlanjutan
Kesuksesan turnamen perdana ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak sponsor. Meski nama maupun jumlah pasti sponsor tidak disebutkan secara rinci, panitia mengapresiasi tingginya antusiasme yang ada, sekaligus menilai dukungan tersebut membuka peluang kemitraan strategis yang lebih luas bagi KAHMI di masa depan.
Melihat keberhasilan penyelenggaraan awal, panitia membuka opsi untuk menjadikan Charity Golf Tournament sebagai agenda rutin. “InsyaAllah kita akan agendakan rutin, entah itu tiap tahun atau tiap dua tahun, nanti tergantung teman-teman KAHMI,” kata Sugiharto. Jika disepakati menjadi agenda tahunan, edisi kedua akan digelar pada 2027; sementara jika dua tahunan, akan berlangsung pada 2028.
Melalui perpaduan antara olahraga, penguatan jejaring, dan semangat berbagi, turnamen perdana ini diharapkan mampu menjadi titik tolak lahirnya tradisi baru yang berdampak positif di lingkungan KAHMI Jawa Timur.







