Purworejo, insanimedia.id – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan mendorong warga RT 01/RW 03 Desa Rejowinangun, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo membangun jembatan secara swadaya. Warga membangun akses tersebut untuk memudahkan masyarakat menuju tempat pembuangan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Jembatan itu memiliki panjang sekitar 18 meter dan lebar 1,5 meter. Warga membiayai seluruh proses pembangunannya menggunakan dana pribadi tanpa menunggu bantuan pemerintah. Mereka mengambil langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan bersama.
Jamaludin memprakarsai pembangunan jembatan tersebut bersama Ketua RT 01 Paijo dan Ketua RW 03 Budi Utomo. Ketiganya mengajak masyarakat bergotong royong menyediakan akses yang lebih layak menuju lokasi pembuangan sampah.
Warga dari berbagai kalangan ikut mengerjakan pembangunan melalui kerja bakti. Laki-laki dan perempuan turut menyumbangkan tenaga, waktu, serta biaya sesuai kemampuan masing-masing.
Warga menyadari bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dengan membuangnya. Masyarakat juga membutuhkan fasilitas yang mendukung pengelolaan sampah agar limbah tidak mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas warga.
Karena itu, warga memilih mengandalkan kemampuan sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Prinsip yang mereka pegang sederhana, “Kalau bisa mandiri, kenapa harus menunggu bantuan?”
Pembangunan jembatan sepanjang 18 meter itu tidak hanya menghadirkan akses menuju tempat pembuangan sampah. Warga juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Inisiatif warga Rejowinangun tersebut membuktikan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari masyarakat. Dengan kemauan untuk bergerak bersama, warga mampu memenuhi kebutuhan lingkungan secara mandiri sekaligus memperkuat semangat gotong royong.







