Kekeringan Meluas di Kota Blitar, 187 Warga Terdampak Meski Hujan Mulai Turun

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah belum mampu memulihkan sumber air warga di Kota Blitar. Kekeringan kini meluas ke Kelurahan Pakunden dan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, sehingga total empat kelurahan mengalami krisis air bersih.

Sebanyak 187 jiwa dari 53 kepala keluarga (KK) terdampak kondisi tersebut. Sumur milik warga mengalami penurunan debit hingga mengering setelah wilayah setempat mengalami minim hujan selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan bahwa hujan ringan yang mulai turun belum mengatasi dampak kemarau panjang. Sebelumnya, BPBD hanya menerima laporan kekeringan dari Kelurahan Ngadirejo dan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul.

“Memang sudah ada beberapa wilayah yang mulai turun hujan, tetapi dampak kemarau panjang masih terasa. Sekarang kekeringan meluas ke Pakunden dan Karangsari,” kata Agus.

Menurutnya, rendahnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan persediaan air tanah menurun. Kondisi tersebut membuat sejumlah sumur warga mengering dan menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Untuk membantu warga, BPBD Kota Blitar telah menyalurkan 43.100 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak sejak 21 Oktober hingga akhir Oktober 2026. Petugas mendistribusikan sekitar 2.000 hingga 3.000 liter air setiap hari dengan menyesuaikan kebutuhan serta permintaan masyarakat.

“Setiap hari kami mendistribusikan sekitar 2.000 sampai 3.000 liter air bersih. Jumlahnya menyesuaikan kebutuhan dan permintaan warga di lapangan,” ujarnya.

Agus meminta warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih segera menyampaikan laporan kepada pihak kelurahan atau langsung menghubungi BPBD Kota Blitar. Petugas akan melakukan asesmen terlebih dahulu untuk memastikan kebutuhan warga sebelum menyalurkan bantuan.

“Kalau ada warga yang kesulitan air bersih, silakan melapor ke kelurahan atau langsung ke BPBD. Nanti kami lakukan asesmen agar kebutuhan air bersih bisa segera ditangani,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dispendik Kota Blitar Pastikan Guru Non-ASN Tetap Mengajar