Dispendik Blitar Cari Solusi Atasi Turunnya Minat Masuk SD Negeri

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar terus mengevaluasi menurunnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di sejumlah sekolah dasar (SD) negeri. Evaluasi tersebut dilakukan setelah SD Negeri Sukorejo 3 hanya menerima lima peserta didik baru selama dua tahun berturut-turut.

Sekretaris Dispendik Kota Blitar, Iwan Nurdiyanto, mengatakan penurunan jumlah siswa baru tidak hanya terjadi di SD Negeri Sukorejo 3. Sejumlah sekolah dasar di wilayah Sukorejo juga mengalami kondisi serupa dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

“Memang ada kecenderungan penurunan jumlah siswa di Sukorejo. Ini sudah menjadi perhatian kami dan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, berkurangnya jumlah peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain lokasi beberapa sekolah yang berada di sekitar kawasan Pasar Legi, perubahan preferensi masyarakat juga ikut memengaruhi jumlah pendaftar.

Menurutnya, banyak orang tua kini lebih memilih sekolah yang memberikan porsi pendidikan agama lebih besar sehingga sekolah berbasis keagamaan menjadi pilihan utama dibandingkan sekolah negeri.

“Orang tua cenderung memilih sekolah yang porsi pendidikan agamanya lebih banyak. Itu menjadi salah satu faktor yang kami lihat,” katanya.

Meski menghadapi penurunan jumlah siswa, Dispendik memastikan kualitas layanan pendidikan di seluruh SD negeri tetap terjaga. Pemerintah terus melakukan pemerataan tenaga pendidik, meningkatkan fasilitas sekolah, serta melaksanakan renovasi pada sejumlah bangunan untuk menambah daya tarik sekolah negeri.

“Kami sudah melakukan pemerataan tenaga pendidik, meningkatkan sarana prasarana, termasuk melakukan renovasi di beberapa sekolah. Upaya itu akan terus kami lakukan agar minat masyarakat kembali meningkat,” jelasnya.

Dispendik juga menegaskan belum memiliki rencana menggabungkan atau menutup sekolah yang jumlah siswanya sedikit. Langkah tersebut diambil agar anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah tetap memiliki akses pendidikan yang mudah dijangkau.

Baca Juga :  KPU Kota Blitar Posting Visi Misi Sejak 15 September 2024, Kok Masih Belum Tahu !

“Kalau sekolah ditutup atau digabung, justru anak-anak yang masih ingin sekolah di wilayah itu akan semakin jauh. Karena itu tetap kami pertahankan agar tidak menambah angka putus sekolah,” pungkasnya.