Purworejo, insanimedia.id – Sekitar 1.100 pelajar dan mahasiswa mengikuti seminar Edupreneurship di Auditorium Kasman Singodimejo Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Sabtu (8/8/2026).
Seminar tersebut menghadirkan Syafii Efendi, M.M. President & Founder Indonesian Entrepreneur Club (IEC), President Indonesian BRICS Youth Forum, sekaligus President Islamic Young Economic Forum. Ia mengajak generasi muda Purworejo membangun keberanian untuk memiliki cita-cita besar dan tidak hanya menjadikan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sebagai tujuan masa depan.
“Kami punya gerakan bernama Indonesian Entrepreneur Club. Konsentrasinya adalah bagaimana membuat anak-anak muda mulai berani bermimpi besar, berani menjadi owner, dan memberdayakan pemuda lainnya,” kata Syafii saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Syafii mengatakan pilihan menjadi PNS bukan sesuatu yang keliru. Namun, ia mendorong anak muda untuk meningkatkan target dengan membangun usaha, mendirikan lembaga pendidikan, hingga menciptakan lapangan pekerjaan.
“PNS baik-baik saja, tidak ada masalah. Tetapi anak muda kita sarankan untuk berani naik level menjadi pemilik usaha dan pencipta peluang,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda Purworejo memiliki cara pandang yang lebih luas. Menurutnya, perkembangan Indonesia di kancah internasional, termasuk melalui keterlibatan dalam BRICS, membuka peluang besar bagi pemuda untuk membangun jejaring global.
“Mereka boleh tinggal di Purworejo, tetapi pola pikirnya harus global. Sekarang sudah tidak ada lagi batas yang benar-benar membatasi anak muda untuk belajar, bekerja sama, dan berjejaring dengan negara lain,” katanya.
Sebagai President Indonesian BRICS Youth Forum, Syafii menyebut pemuda Indonesia memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai bentuk kerja sama internasional. Ia menekankan pentingnya kemampuan dan kompetensi sebagai modal utama.
“Kalau punya kompetensi dan kapabilitas, negara-negara BRICS sangat terbuka. Kita bisa bekerja sama dengan China, Rusia, dan negara lainnya. Yang penting anak mudanya siap, dan itu dimulai dari mindset serta mental,” tutur dia.
Syafii juga mengingatkan anak muda agar tidak terburu-buru menjadikan politik sebagai jalan utama. Ia mendorong generasi muda membangun kemandirian ekonomi sebelum terjun lebih jauh ke dunia politik dan masyarakat.
“Ruang politik itu ruang berpikir, bukan ruang cari makan. Anak muda perbaiki diri, perbaiki keluarga, bangun ekonomi yang kuat, baru masuk ke masyarakat dan politik dengan kapasitas yang matang,” ucapnya.
Ketua DPD TPN Jawa Tengah Slamet Muridan, M.M. mengatakan seminar tersebut terlaksana melalui kolaborasi KNPI Purworejo dan Indonesian Entrepreneur Club (IEC). Kegiatan itu menjadi wadah untuk membangun kemandirian dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
“Ini wadah untuk anak-anak muda agar bisa berpikir mandiri, menjauhi narkoba dan kenakalan remaja, serta mulai mempersiapkan karier menuju generasi emas Indonesia,” kata Slamet.
Peserta seminar berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMA, SMK, MA hingga mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Purworejo. Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 1.100 orang.
Slamet menjelaskan bahwa seminar tersebut berfokus pada pembentukan pola pikir dan kesadaran generasi muda di tengah derasnya perkembangan informasi digital.
“Hari ini anak-anak muda dibanjiri short video, YouTube, dan berbagai konten digital yang sangat masif. Kami ingin membantu mereka mengembalikan fitrah utamanya, yaitu sadar bahwa mereka punya tujuan hidup, visi, dan cita-cita besar yang harus diraih,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan ruang yang sehat bagi pemuda Purworejo untuk membangun karakter, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan masa depan secara mandiri dan produktif.
Ketua KNPI Kabupaten Purworejo Musyafa juga mengapresiasi pelaksanaan seminar kepemudaan dan kewirausahaan yang menghadirkan Syafii Efendi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan semangat dan kepercayaan diri pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kami di KNPI Purworejo melihat kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi anak muda saat ini. Mereka membutuhkan ruang yang tidak hanya memberi motivasi, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang masa depan, baik di bidang pendidikan, kewirausahaan, maupun pengembangan diri,” kata Musyafa.
Musyafa menilai generasi muda perlu terus mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pola pikir global dan keberanian menciptakan lapangan pekerjaan.
“Anak muda Purworejo tidak boleh minder hanya karena berasal dari daerah. Mereka harus berani bermimpi besar, meningkatkan kompetensi, dan memanfaatkan teknologi untuk berkembang. Kami ingin lahir pemuda-pemuda yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Mewakili Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim turut mengapresiasi pelaksanaan International Entrepreneurship Seminar 2026.
Bangun menyebut kegiatan yang digagas DPD Indonesian Entrepreneur Club (IEC) Jawa Tengah bersama DPD KNPI Kabupaten Purworejo tersebut menjadi langkah positif untuk membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki daya saing.
“Pemerintah Kabupaten Purworejo menyambut baik seminar ini karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini,” kata Bangun usai membuka kegiatan mewakili Bupati Purworejo.
Menurut Bangun, perkembangan teknologi dan persaingan global membuat tantangan generasi muda semakin beragam. Karena itu, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan keberanian untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami berharap anak-anak muda Purworejo tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta kerja. Kabupaten Purworejo memiliki banyak potensi di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, kuliner, hingga usaha berbasis digital yang dapat dikembangkan oleh generasi muda,” ujarnya.







