Kasus ISPA Meningkat, Wagub Jatim Emil Pastikan Fasilitas Kesehatan Terkendali

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Jawa Timur menunjukkan peningkatan seiring naiknya positivity rate influenza. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan masih terkendali dan terus melakukan pemantauan untuk mencegah lonjakan pasien.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, peningkatan kasus tersebut sejalan dengan hasil surveilans Kementerian Kesehatan yang mencatat kenaikan positivity rate influenza dari 21 persen menjadi 43 persen.

Berdasarkan data yang diterima Emil dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah kasus ISPA pada 2025 mencapai 118.886 kasus. Sementara hingga Agustus 2026, jumlah kasus yang dilaporkan telah berada di kisaran 147 ribu kasus.

“Positivity rate influenza menurut surveilans Kemenkes naik dari 21 persen menjadi 43 persen. Memang saat musim kemarau ini naik,” kata Emil saat berkunjung ke Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (25/9).

Emil juga memaparkan sejumlah angka kasus ISPA di beberapa wilayah Jawa Timur. Dalam keterangannya, ia menyebut angka 211.878 kasus serta data dari sejumlah daerah.

Surabaya tercatat sekitar 282 ribu kasus, disusul Sidoarjo sebanyak 120 ribu kasus dan Lamongan sekitar 85 ribu kasus. Sementara kasus di Kota dan Kabupaten Malang jika digabung mencapai sekitar 125 ribu kasus.

Menurut Emil, kondisi musim kemarau yang membuat paparan debu meningkat dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan. Karena itu, Pemprov Jatim terus memantau perkembangan penyakit melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peningkatan kasus tidak sampai menyebabkan beban pelayanan kesehatan melampaui kapasitas.

“Yang penting jangan sampai rumah sakit dan fasilitas kesehatan itu overload, kemudian tidak bisa menangani pasien atau obat-obatan habis. Itu yang kita hindari,” jelasnya.

Baca Juga :  Bukan Cuma Soal Nasib, Pakar Sebut Sistem Ekonomi Jadi Biang Kerok Gangguan Mental Gen Z

Meski terjadi peningkatan kasus, Emil memastikan kondisi fasilitas kesehatan di Jawa Timur saat ini masih berada dalam kondisi terkendali.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang memiliki penyakit penyerta karena berisiko mengalami kondisi lebih berat.

“Jangan ada keraguan sedikit pun untuk berkonsultasi. Kita khawatir kalau seharusnya berobat tetapi tidak berobat, apalagi kalau ada penyakit bawaan lain yang bisa menyebabkan keparahan,” pungkasnya.