Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Blitar meresmikan operasional 85 Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di KDKMP Tingal, Kecamatan Garum, Sabtu (16/5/2026) kemarin. Peresmian tersebut menjadi bagian dari peluncuran secara nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Kabupaten Ngajuk, Jawa Timur.
Bupati Blitar Rijanto menyampaikan bahwa sebanyak 1.061 gerai Koperasi Merah Putih mulai beroperasi secara bersamaan di berbagai daerah di Indonesia. Ia menjelaskan, Presiden memberikan arahan terkait pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.
Dalam kegiatan itu, Rijanto juga memaparkan perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Blitar. Pemerintah daerah telah menyelesaikan pembangunan di 185 titik, sedangkan 51 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai pada Juni mendatang.
“Alhamdulillah yang sudah selesai 185 titik, sementara 51 titik lagi dalam proses penyelesaian dan insyaallah Juni nanti selesai,” ujarnya.
Meski begitu, sejumlah desa masih menghadapi hambatan, terutama persoalan lahan. Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan akan menindaklanjuti arahan Presiden dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar koperasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga meningkatkan fasilitas pendukung dan memberikan pendampingan kepada para pengurus koperasi agar pengelolaannya berjalan profesional.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Dra. Sri Wahyuni, M.Si, menyebut Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah tercepat dalam pengembangan Koperasi Merah Putih. Seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar yang berjumlah 248 wilayah kini telah memiliki badan hukum koperasi.
Dari total 236 titik pembangunan koperasi, sebanyak 185 titik sudah selesai sepenuhnya, sedangkan 51 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung pada Juni mendatang.
” Saat ini, sebanyak 85 koperasi telah mulai beroperasi. Ia menambahkan, penguatan SDM dan pendampingan usaha terus dilakukan karena tidak semua pengurus memiliki latar belakang bisnis”, ungkapnya.







