Ribuan Guru Purworejo Ikuti Roadshow “How To Be a Great Teacher”

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

 

Purworejo, insanimedia.id– Sekitar 1.000 guru dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP mengikuti Seminar Nasional dan Roadshow “How To Be a Great Teacher” di Auditorium Kasman Singodimejo Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Jumat (7/8/2026).

DPD Teacherpreneur Nusantara (TPN) Jawa Tengah menggandeng Komisi Nasional Pemuda Indonesia (KPNPI) Kabupaten Purworejo dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo serta Kementerian Agama Kabupaten Purworejo turut mendukung kegiatan itu.

Ketua DPD TPN Jawa Tengah, Slamet Muridan, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian roadshow nasional. Ia mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan kualitas guru dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan Generasi Emas 2045.

“Pagi dan siang ini ada kurang lebih sekitar 1.000 guru di Purworejo yang didukung Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama dalam rangka roadshow Jawa Tengah dan nasional,” ujar Slamet saat ditemui di sela kegiatan.

Slamet menilai perkembangan teknologi digital telah membawa tantangan baru bagi para guru. Kedekatan anak-anak dengan perangkat digital membuat guru harus mencari pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter peserta didik.

“Nyuwun sewu, guru hari ini kadang tidak lebih menarik daripada HP. Anak-anak lebih tertarik pada telepon genggam daripada gurunya,” kata Slamet.

Menurutnya, sebagian guru masih menggunakan metode pembelajaran lama yang kurang sesuai dengan perkembangan karakter peserta didik. Ia mendorong guru untuk memahami perubahan karakter anak yang kini didominasi Generasi Z dan Generasi Alpha.

“Masih banyak guru yang mendidik dengan pola lama, seperti kolonial, belum menyesuaikan kondisi anak-anak sekarang. Padahal yang kita hadapi sudah Generasi Alpha,” ujarnya.

Slamet mengatakan kegiatan tersebut secara khusus menyasar guru PAUD hingga SMP karena jenjang tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola pikir anak. Guru juga berperan memberikan contoh melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Apa Kelebihan Belanja Iklan Lewat Agency Pilihan KPU Kabupaten Blitar terhadap Pastisipasi Masyarakat ?

Ia mengingatkan guru agar tidak membawa persoalan pribadi ke lingkungan sekolah. Menurutnya, guru harus mampu menjalankan tugas secara profesional ketika berhadapan dengan peserta didik.

“Ketika berangkat ke sekolah dan bertemu murid, semua permasalahan pribadi harus dihilangkan dulu karena guru adalah contoh terbaik bagi anak didiknya,” tuturnya.

Seminar tersebut juga membahas metode pembelajaran yang lebih komunikatif dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan tersebut mengajak guru melihat kecerdasan peserta didik dari berbagai sisi, bukan hanya berdasarkan kemampuan akademik.

Slamet mengambil contoh mata pelajaran matematika yang kerap dianggap sulit oleh siswa. Ia meminta guru memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda.

“Kita ingin guru memahami bahwa setiap anak punya kompetensi dan kecerdasannya masing-masing. Tidak semua harus unggul di matematika,” katanya.

Seminar nasional tersebut menghadirkan Syafii Efendi, M.M., President & Founder IEC, President Indonesian BRICS Youth Forum, sekaligus President Islamic Young Economic Forum.

Syafii dalam pemaparannya mendorong guru untuk mengembangkan pola pikir yang lebih luas. Ia mengatakan guru tidak hanya perlu meningkatkan kualitas pengabdian, tetapi juga perlu membangun kemandirian ekonomi.

“Guru itu pekerjaannya sangat bernilai akhirat. Banyak yang gajinya kecil tetapi tetap bertahan. Yang perlu diperbaiki adalah mindset agar mereka juga bisa sukses di dunia,” ujar Syafii.

Ia menjelaskan bahwa guru dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan tanpa mengabaikan tanggung jawab utamanya sebagai pendidik.

“Selain menjadi guru, mereka bisa menjadi entrepreneur. Yang penting pola pikirnya diubah terlebih dahulu,” katanya.

Syafii turut menyoroti persoalan kesejahteraan guru honorer yang masih menghadapi tekanan ekonomi. Ia menilai persoalan tersebut membutuhkan penyelesaian dalam jangka panjang dan dapat diawali dengan perubahan pola pikir.

Baca Juga :  Bener Expo 2025: Promosikan Produk Unggulan Desa dan Berdayakan Masyarakat

“Persoalan ini nyata dan perlu solusi jangka panjang. Hari ini kami mulai dari perubahan mindset dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihato, mengapresiasi pelaksanaan Seminar Nasional “How To Be a Great Teacher”. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi guru untuk melakukan refleksi sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menghadapi perubahan zaman.

Yudhie menegaskan bahwa guru memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang. Menurutnya, tugas guru tidak sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa.

Guru juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter, mengembangkan kreativitas, serta menanamkan nilai moral kepada peserta didik sejak usia dini.

Ia meminta para guru meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi muda. Guru juga perlu memperbarui metode pembelajaran, memperkuat komunikasi dengan siswa, serta memanfaatkan teknologi digital secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar.

“Guru harus mampu menjadi sosok yang inspiratif, dekat dengan peserta didik, dan hadir sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang berkualitas lahir dari guru yang terus mau belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.